.

.
Kamis, 29 November 2012


Cuaca akhir-akhir ini selalu lembab dan hujan selalu turun setiap hari. Kadang kita dibuat kesal karena bebrapa aktivitas kita tidak bisa dilakukan ketik ahujan datang atau jemuran yang kita cuci basah kuyup. Namun, bersyukurlah kita diberikan hujan oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita tidak mengalami kekuranga air dan kekeringan seperti saudara-daudara kita di belahan lain bumi ini.
Hujan ternyata tidak saja memberikan manfaat dan musibah saja, seperti banjir yang melanda saudara kita di Soreang. Hujan juga mampu menghadirkan beberapa fenomena alam yang sangat indah bahkan mematikan. Salah satu fenomena itu adalah petir.

Apa perbedaan antara petir dan guruh?
Petir biasa disebut juga sebagai kilat atau halilintar. Suara gemuruh yang ditimbulkan setelah petir muncul disebut guruh atau guludug (bahasa Sunda).

Mengapa suara guruh terdengar lebih lambar daripada terlihatnya petir?
Kita harus mengingat bahwa petir merupakan sebuah energi yang dipancarkan dalam bentuk gelombang cahaya, sedangkan guruh merupakan sebuah energi yang dirambatkan dalam bentuk gelombang suara. Lalu, apakah anda ingat besar kecepatan dari masing-masing gelombang? Berikut nilai kecepatan dari :
           Kecepatan cahaya : dapat mencapai 300.000.000 m/s (kecepatan cahaya terbesar di ruang hampa)
           Keceapatan : hanya 340 m/s
Dengan membandingkan nilai kecepatan antara gelombang cahaya dan gelombang bunyi tersebut, dapat dipastikan bahwa petor akan terlihat terlebih dahulu dibandingkan suara guntur yang akan kita dengar setelahnya.

Apa yang menyebabkan petir dapat terjadi?
Berdasarkan nilai potensial listriknya, benda di bumi dapat dikategorikan menjadi 3 benda, yaitu :
         benda dengan nilai potensial listrik positif : muatan listrik posisitf lebih banyak dibandingkan muatan listrik negatif
        benda dengan nilai potensial listrik negatif : muatan listrik posisitf lebih sedikit dibandingkan muatan listrik negatif dan  benda netral : jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Bagaimana awan dapat memiliki muatan listrik? Proses terjadinya muatan pada awan yaitu karena partikel-partikel penyusun awan bergerak terus menerus secara teratur. dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Hal ini sama prinsipnya seperti pelajaran SD/SMP kita dulu, yaitu menggosok-gosokkan penggaris pelastik pada rambut dan mendekatkannya pada sobekan kertas kecil. Kertas-kertas akan tertarik karena adanya pemisahan muatan listrik pada kertas dikarenakan adanya muatan pada penggaris. Ingat, muatan yang sama tolak-menolak dan muatan yang berbeda akan tarik-menarik.
Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Jika elektron tidak mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka elektron masih berada dalam keadaan "aman". Namun, jika elektron yang terbuang tersebut mampu menembus ambang batas isolasi udara, maka akan terjadi ledakan suara. Jika hanya satu buah elektron yang dibuang dari satu molekul uap air, hal itu tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti bagi manusia. Namun, biasanya petir dilontarkan dari awan-awan besar yang bernama Cumulunimbus. Jumlah uap air dalam awan tersebut tidak dapat kita hitung saking banyaknya. Maka kekuatan elektron yang dihasilkan oleh petir tersebut tidaklah kuat, tetapi dahsyat. Energi yang dapat dilontarkan petir dapat menghidupkan sebuah bola lampu 100 watt selama 3 bulan. Jika energi itu diterima oleh badan manusia, apa yang akan terjadi? 

Mengapa petir sering terjadi pada musim hujan?
Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Coba kita bandingkan bentuk awan ketika musim hujan dan musim kemarau? Bentuk awan pada muasim hujan lebih besar daripada awan ada musim kemarau kan? Bagaimaa hubungan antara ukuran awan dan banyaknya uap air? Anda tentu dapat menghubungkan ukuran awan dengan besar energi yang dihasilkan dari petir yang dilontarkannya kan?

Kemanakan arah petir 'merambat'?
Umumnya kita melihat petir yang merambat dari awan menuju bumi. Hal ini disebabkan oleh potensial listrik bumi lebih rendah dibandingkan potensial listrik awan. Kita sudah tentang arus listrik di SMP kan, bahwa arus listrik akan mengalir dari potensial listrik tinggi ke potensial listrik rendah? Begitu pun dengan petir. Namun, ada juga petir yang merambat secara mendatar di langit dan tidak mengarah ke bumi. Bagaimana hal ini dapat terjadi?
Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. Petir akan merambat dari awan dengan muatan listrik tinggi menuju awan dengan muatan listrik rendah.
"Lho, katanya potensial listrik bumi lebih rendah dari awan? Lantas kenapa petir tidak mengarah ke bumi saja?"
Sama prinsipnya dengan arah gerak arus listrik yang selau dari potensial tinggi menuju potensial rendah. Lantas jika petir mengarah kepada awan lainnya, maka dapat disimpulkan awan tersebut memilik potensial listrik yang lebih rendah dari pada bumi. Hal ini juga diperkuat dengan jarak awan antar awan yang lebih dekat dibandingkan dengan jarak ke bumi.

Apa dampak dari petir?
Umumnya petir-petir mengincar korban di wilayah datar yang terbuka. Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup! Korban tiba-tiba terpental ketika sebuah petir menyambar. Seperti juga korban lainnya, ia tewas seketika dengan tubuh terbakar. Apabila petir menyambar rumah, rumah tersebut akan rusak dan perabotan elektronik akan rusak seperti telepon, televisi, atau yang lainnya. Kebanyakan disebabkan karena kelebihan voltase yang mengalir melalui media listrik (kabel) terlalu besar sehingga mampu membakar komponen elektronis didalamnya.

Bagaimana menghindarinya petir dan dampak yang ditimbulkannya?
1.   Apabila sebuah bangunan yang tinggi dengan penangkal petir, maka jika ada petir akan menyambar alat penangkal kemudian disalurkan melalui kawat besar yang terbuat dari tembaga atau kuningan menuju ke tanah
2.  Jika anda sedang bepergian dengan membawa alat komunikasi berupa handphone da sejenisnya, pastikan handphone anda dalam keadaan mati atau mode pesawat.  Sinyal yang dibawa oleh operator selular anda dapat menjadi jembatan perjumpaan anda dengan petir dengan kekuatan mematikan yang dahsyat. Mengapa demikian? Handphone anda menggunakan sinyak dari operator selular yang anda gunakan untuk mengirim dan menerima data berupa telepon atau pesan. Sinyal tersebut dikirim dan dipantulkan melalui satelit komunikasi yang terdapat di luar angkat. Tentunya data yang anda kirimkan akan dibubah dulu ke dalam gelombang untuk diteruskan menuju satelit tersebut. Perjalan dari ponsel anda menuju satelit atau sebaliknya melalui udara yang ada di langit. Jika cuaca sedang buruk, maka kemungkinan terbesarnya adalah energi listrik pada petir akan menumpang pada energi gelombang yang dibawa oleh sinyal telepon anda. Jika itu terjadi, maka anda dan hanphone anda hanya tinggal keangan.
3.  Apabila terjadi hujan dan petir, lebih baik kita menghindari untuk berdiam di tempat terbuka. Kemungkinan terburuk akan terjadi ketika potensial listrik tubuh kita lebih rendah dari tanah yang kita pijak atau suatu ketika tubuh kita sedang dalam keadaan penghantar listrik (konduktor) yang baik untuk meneruskan listrik dari petir menuju tanah. Tubuh kita tidak sekuat kawat penangkal petir yang dipasang di gedung-gedung pencakar langit. Anda tentunya tidak ingin ini terjadi kan? Oleh karena itu mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan anda berada di dalam hutan, kemungkinan petir untuk menyambar anda sangat kecil. Namun, anda harus tetap berhati-hati terhadap tempat anda berteduh, apakah ada potensi untuk tertimpa pohon tumbang atau tidak.

Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan sebuah fenomena yang indah tetapi mematikan. Hal ini membuat kita menyadari bahwa kita hanya makhluk-Nya yang kecil dan tidak berdaya.
Semoga Info ini dapat bermanfaat dan membuat wawasan kita dalam berkegiatan di alam semakin bertambah


KHAUF - The Real Adventure of Science


Sumber Rujukan : http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/02/bagaimana-petir-dan-kilat-terjadi.html

0 komentar: